Sahid Eminence 2

Untung Mana, Investasi Condotel vs Apartemen?

melia bintanLiputan6.com, Jakarta – Sebelum membahas lebih jauh mengenai pilihan investasi properti di bidang condotel dan apartemen, ada baiknya jika Anda mengetahui lebih rinci apa pengertian dari keduanya.

Condotel, atau yang biasa disebut kondo saja, merupakan singkatan dari kondominium-hotel. Basicnya, condotel merupakan apartemen yang dijadikan hotel.

Tak berbeda jauh dengan apartemen, condotel juga memiliki beragam tipe unit, dengan spesifikasi ruangan meliputi kamar tidur, kamar mandi, dan ruang untuk bekerja atau sekadar bersantai.

Saat dihubungi tim Rumah.com, Yohan Yan, Deputi Member Broker Century21 Metro, menjelaskan bahwa condotel ini muncul karena pertumbuhan hotel yang semakin marak.

Biasanya lokasi condotel terletak tak jauh dari pusat pariwisata, seperti di Bali, Bandung, Puncak , Bogor, bahkan Bintan yang kini tengah dijadikan sasaran berlibur para turis mancanegara dan lokal.

Fasilitas yang disediakan pun beragam, mulai dari kolam renang, spa, restoran, ruang meeting, pusat kebugaran, taman bermain, yang jika dilihat hampir tak ada beda dengan hotel berbintang. Lantas, dimana letak perbedaan condotel dengan apartemen?

  • Condotel adalah unit apartemen yang sudah fully furnished, sehingga Anda tak perlu memikirkan perihal perabotan yang harus dibeli. Sedangkan jika Anda membeli satu unit apartemen, biasanya hanya mendapat pendingin ruangan serta instalasi air dan listrik.
  • Pemilihan desain interior condotel sudah ditentukan manajemen pengelola. Sementara tampilan apartemen bisa Anda rubah dan dekorasi sesuai keinginan.
  • Condotel hanya bisa Anda gunakan 7 kali dalam setahun. Itu artinya, Anda tidak bebas menghuninya setiap saat. Sedangkan apartemen bisa Anda manfaatkan sebagai tempat tinggal atau disewakan sebagai sarana investasi.
  • Keuntungan condotel harus dibagi dengan operator yang mengelola. Umumnya, sharing profit adalah 70% untuk investor dan 30% untuk operator. Sementara keuntungan dari apartemen bisa Anda miliki sepenuhnya.

Break Event Point

Setelah mengetahui perbedaan dan pengertian keduanya, pertanyaan selanjutnya adalah “mana yang menghasilkan keuntungan lebih besar?”. Yohan mengungkap jawabannya adalah Condotel . Apa alasannya ?.

Jika mengamati titik impas (BEP), condotel lebih menjanjikan hasil yang cepat. Di Bali, para pelaku investor condotel sudah bisa mendapatkan titik ini dalam jangka waktu 2 tahun saja.

“Maksimalnya tujuh tahun baru dapat titik impas. Tapi kalau lokasi condotel strategis dan berada di dekat objek wisata menarik, tidak menutup kemungkinan 2 sampai 3 tahun sudah bisa meraih BEP. Sementara titik impas di apartemen biasanya bisa dicapai saat usia 5 tahun,” tambah Yohan.

Sisi menarik lain yang dimiliki condotel adalah pemberian jaminan ROI (Return of Investment) senilai 10-12% per tahun, dengan jangka waktu tiga tahun pertama. Jadi misalkan Anda membeli sebuah condotel seharga Rp 800 juta, maka keuntungan yang didapat tiap tahun adalah Rp 96 juta.

Investasi condotel lebih menjanjikan untuk investasi jangka panjang, tak ada salahnya juga jika Anda ingin menanamkan modal di sektor condotel. Untuk itu, Rumah.com telah merangkum daftarnya untuk Anda. Apa saja?

Sahid Eminence 2

Investasi Kondotel Apakah Menguntungkan? Ini Rumus Sederhananya

condotel sol baliBuat bisnis bisa, buat investasi bisa. Begitu katanya tentang investasi di kondotel. Tak sedikit orang melirik investasi properti berwujud bangunan tinggi layaknya apartemen tapi berfasilitas hotel ini.

Ada sebagian yang menjualnya begitu proses pembangunan selesai, tapi tak sedikit yang menahannya sampai sekian lama. Lantas, investasi kondotel apakah menguntungkan?

Sebelum lebih jauh bahasnya, pertama-tama dulu kenali apa tuh kondotel atau kondo hotel ini. kondotel adalah sebutan bangunan vertikal yang terdiri dari unit-unit layaknya apartemen di mana tiap unitnya ada dapur, kamar, ruang tamu, dan lain sebagainya.

Cuma yang membedakan dengan apartemen adalah kondotel berfasilitas layaknya hotel berbintang. Misalnya saja ada kolam renang, spa, restoran, meeting rooms, dan fasilitas lainnya yang jamak ditemukan di hotel berbintang. Intinya, semua fasilitas itu tersedia untuk kenyamanan dan nilai tambah untuk pengunjung.

Nah, unit-unit di kondotel ini dijual kepada investor. Lalu dalam pengoperasiannya diserahkan kepada pengelola hotel yang menyewakan unit-unit itu kepada pengunjung.

Gampangannya, kondotel itu ibarat hotel yang ‘kamarnya’ dimiliki perseorangan yang kemudian disewakan.]

Sebagai investor, apa sih yang ditawarkan ketika menanamkan duit di kondotel?

Kenaikan harga unit

Unit kondotel bisa dimiliki secara pribadi.

Tak sedikit yang membeli unit kondotel yang kemudian dijual lagi beberapa bulan kemudian. Mereka ini biasanya membeli kondotel dalam proses pembangunan sehingga lebih miring.

Lalu menjualnya ketika harga naik. Entah saat proses pembangunan baru berjalan 50 persen atau setelah kondotel itu resmi beroperasi. Di sinilah menariknya investasi properti di mana harganya selalu merangkak naik mengekor kenaikan inflasi.

Pendapatan operasional

Kondotel dioperasionalkan layaknya hotel. Jadi, secara tak langsung pengoperasionalannya bakal menghasilkan pendapatan.

Kemudian, pemilik unit atau investor mendapat cipratannya. Besarannya sendiri rata-rata lebih tinggi dari bunga deposito. [Baca: Kenalan Dulu dengan Deposito Bank]

Di samping itu, kadang beberapa kondotel memberikan jaminan ROI (return of investment) sekian persen selama tiga tahun atau dua tahun pertama. Misalnya sebuah kondotel di Yogyakarta harganya Rp 1,1 miliar dengan tingkat ROI 10 persen selama tiga tahun pertama, maka investor mendapatkan Rp 8,7 juta per bulan. Itu belum dipotong pajak.

Bisa menginap gratis

Unit di kondotel kan punya investor. Jadi boleh dong menginap tanpa harus membayar. Keuntungannya adalah layaknya menginap di hotel karena fasilitasnya tak ada bedanya dengan hotel.

Meski begitu bukan berarti sesuka hati menginap. Tetap harus melalui reservasi dulu dan sejumlah kondotel memberi batasan lamanya menginap gratis sekian hari selama setahun.

Asyiknya punya kondotel bisa menginap gratis kapan saja.

Setidaknya itu keuntungan paling kasat mata kalau berternak duit di kondotel. Cuma tetap diperhatikan risikonya. Bagaimana pun yang namanya investasi pasti selalu berisiko. Maka itu butuh kejelian dalam memilih kondotel yang punya masa depan cerah.

Apa saja rumusnya?

1. Lokasi

Lokasi, lokasi, dan lokasi. Ini prinsip umum dalam berinvestasi di properti. Pilihlah kondotel di lokasi yang cocok akan masa depan kondotel. Utamanya lokasi wisata.

Cara paling gampang adalah survei ke lokasi dan minta salinan tata ruang kota yang menunjukkan kawasan itu dikembangkan sebagai lokasi wisata. Pasalnya, pendapatan dari kondotel sangat dipengaruhi dari tingkat occupancy-nya.

2. Harga reasonable

Harganya masuk akal  dan termasuk harga sewanya. Yang dimaksud harga sewa wajar itu di mana nilainya  satu per seribu dari harga beli. Katakanlah harga kondotel Rp 1 miliar maka harga sewanya itu Rp 1 juta.

Kenapa? Besaran harga sewa itu ditetapkan untuk mencapai proyeksi BEP (Break event point) alias balik modal.

3. Cek leglitas dan perjanjian

Bukti kepemilikan kondotel ada dalam secarik kertas. Maka itu pastikan isi perjanjiannya yang meliputi skema pembayaran, pembagian hasil, kualitas pengelola, sampai status tanah berdirinya bangunan itu. Jangan langsung tergoda iming-iming marketing tanpa kroscek dulu.

4. Reputasi developer dan pengelola

Jangan langsung panasan dan gampang tergoda beli kondotel

Jangan abaikan reputasi developer dan pengelola kondotel. Mereka adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan.

Jadi pelajari rekam jejak developer dan pengelolanya agar tidak salah langkah dalam menanamkan uang. Ingat, uang yang ditanamkan di investasi ini tak sedikit.

5. Audit

Apakah pengelolaannya diaudit oleh akuntan publik?  Mengapa ini jadi pertimbangan?

Tujuan utamanya sebagai jaminan bagi investor. Pemilihan akuntan publik pun juga bisa jadi ukuran. Semakin bagus reputasi akuntan publiknya, maka bisa dipercaya.

Audit ini penting karena investor punya hak mendapatkan hasil audit pendapatan pengelolaan kondotel. Biasanya hasil audit dibagikan ke seluruh investor pemilik unit kondotel.

Tetapkan dulu tujuan berinvestasi di condotel.

Di atas kertas, berinvestasi kondotel pantas dilirik. Hanya tetap bikin daftar pertimbangan agar uang yang ditanamkan berkembang biak. Pastikan investasi yang ditanam sepadan dengan hasil yang didapat.

Satu hal yang paling penting adalah tujuan awal berinvestasi di kondotel. Apakah semata-mata mengejar keuntungan atau sekadar ingin memiliki saja. Bila opsi pertama yang dipilih yakni untuk kejar keuntungan maka kalkulasilah ke depannya kondotel tersebut.

Kalau sudah tertarik, mekanisme beli kondotel pun bisa dilakukan lewat metode KPR (kredit pemilikan rumah). Atau pun kalau sudah ada dana dan ternyata kurang, bisa memilih solusi dengan mengambil pinjaman.

Sahid Eminence 2

Investasi Condotel: Instrumen Investasi Menguntungkan

Bagi Anda yang suka menanamkan investasi dalam bentuk properti, kini ada alternatif pilihan lain untuk berinvestasi, yakni condotel. Istilah yang merupakan singkatan dari kondominium hotel ini memang belum sering disebut, namun properti jenis ini acap kali dikatakan sebagai salah satu pilihan investasi properti baru yang menggiurkan.

Bentuk condotel sama seperti unit-unit apartemen atau kondominium yang ada dalam bangunan-bangunan vertikal. Namun, properti jenis ini memiliki fasilitas lengkap layaknya hotel. Karena penggabungan dua konsep inilah, istilah condotel disematkan sebagai nama dari jenis properti yang satu ini.

Sama seperti unit apartemen, Anda akan merasa tinggal di rumah saat menginap di condotel ini. Dalam tiap unitnya, terdapat ruang tamu, kamar, hingga dapur. Anda akan merasa senyaman tinggal di rumah sendiri. Namun dari segi fasilitas, tentu yang dimiliki condotel jauh di atas apartemen biasa. Di sini Anda dapat menemukan kolam renang, pusat kebugaran, spa, hingga ruang rapat. Semua fasilitas itu membuat semua orang yang menginap di condotel akan betah dan enggan pulang. Fasilitas-fasilitas tersebut memang didesain untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung properti ini.

Kenapa orang-orang yang menginap di condotel disebut sebagai pengunjung, bukan pemilik? Ini karena condotel memang bukan ditujukan sebagai tempat tinggal. Pada dasarnya, condotel adalah kamar-kamar layaknya unit apartemen yang dibeli oleh investor untuk dibisniskan atau diinvestasikan. Unit-unit dalam condotel pada nantinya akan dioperasikan oleh pengelola hotel untuk disewakan kepada pengunjung yang datang. Karena itulah, kenyamanan condotel sangat diutamakan agar para pengunjung merasa betah dan ingin menginap lagi dan lagi di condotel tersebut.

Orang yang memutuskan membeli condotel biasanya memiliki dua opsi untuk mencari keuntungan, yaitu dijual kembali atau dibisniskan secara langsung. Dibisniskan langsung disini maksudnya unit condotel Anda akan dikelola oleh manajemen hotel profesional untuk disewakan kepada pihak ketiga demi menghasilkan keuntungan. Sementara itu, banyak orang memilih menjual unit condotelnya beberapa waktu setelah dibeli guna mendapatkan selisih harga yang telah naik. Berikut gambaran dari dua opsi tersebut.

1. Dijual Kembali

Investasi Kondotel, Dijual Kembali

Keuntungan Menjual condotel

 

Para pihak yang menginvestasikan uangnya ke condotel untuk dijual kembali biasanya membeli condotel lebih awal atau ketika properti berbentuk vertikal ini masih belum selesai dibangun. Dengan membeli lebih awal, Anda akan memperoleh harga yang lebih miring dibandingkan membeli unit saat condotel tersebut telah berdiri.

Orang-orang yang membeli condotel ketika awal pembangunan ini pada nantinya akan menjualnya begitu condotel selesai dibangun. Ini karena harga condotel baru memiliki nilai yang tinggi, apalagi jika tempatnya strategis dan berada di pusat bisnis. Ada juga yang menahannya beberapa waktu untuk mencari keuntungan yang lebih besar. Namun mau kapan pun waktu penjualannya, nilai unit condotel akan cenderung naik mengikuti inflasi. Membeli condotel saat bangunanya belum berdiri bukan berarti tanpa risiko. Bangunan condotel yang begitu besar dan menjulang tentu membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya. Dalam jangka waktu hingga bangunan tersebut selesai, Anda akan sulit menjualnya kembali. Terpaksa Anda harus menunggu sampai pengerjaan condotel tersebut rampung guna menghasilkan keuntungan dari rencana investasi tersebut.

Ketika memutuskan untuk berjual-beli condotel, Anda harus jeli melihat kondisi pasar. Salah-salah jika Anda tidak cermat dan memilih menjualnya ketika kondisi pasar sedang buruk, nilai yang bisa Anda peroleh tidak sesuai dengan yang diharapkan alias rugi. Bagaimanapun, keuntungan yang dapat peroleh berasal dari kenaikan harga unit yang Anda miliki. Jadi, ketika kondisi pasar sedang baik dan nilai unit condotel menjadi melonjak dan sampai dengan yang diharapkan, juallah unit tersebut untuk mencegah ada gejolak kembali di kondisi pasar yang menyebabkan nilai condotel Anda merosot.

2. Disewakan

Investasi Kondotel, Disewakan

Keuntungan Menyewakan condotel

 

Pilihan kedua yang dapat Anda lakukan dalam investasi condotel adalah menyerahkan operasional unit yang Anda miliki kepada manajemen hotel yang mengelola condotel tersebut. Manajemen hotel akan menyewakan unit Anda kepada pihak ketiga. Dari sana, Anda dapat memperoleh keuntungan sewa.

Ada dua skema yang dapat digunakan dalam bisnis penyewaan unit condotel yang Anda miliki, yaitu skema jaminan atau bagi hasil. Jika Anda memilih skema jaminan, biasanya manajemen hotel pengelola condotel itu akan memberikan return on investment (ROI) yang besarannya sekitar 10-12 persen. Persentasenya ini tentu jauh lebih menguntungkan dibandingkan Anda mendepositokan dana cair di bank. Jadi jika Anda memiliki sebuah unit condotel di daerah Jakarta yang bernilai Rp8 milyar dan memutuskan menjadikannya bisnis sewa yang dikelola manajemen dengan bunga 10 persen per tahun, maka Anda bisa memperoleh Rp800 juta setiap tahunnya.

Dibagi dengan 12 bulan, tiap bulannya Anda dapat mengantongi keuntungan sebanyak Rp66,7 juta. Tentu angka tersebut akan dipotong dengan pajak. Namun, bukan berarti skema ini tidak menimbulkan kerugian bagi Anda. Skema jaminan memiliki jangka waktu tertentu yang membuat nilai properti Anda itu semakin turun setiap habis perjanjiannya. Jika contoh di atas adalah skema jaminan untuk tiga tahun, ketika masa tersebut habis dan Anda hendak menjaminkannya lagi, nilainya akan berkurang daripada sebelumnya.

Sementara itu, skema kedua adalah bagi hasil. Di sini Anda tidak akan mendapatkan keuntungan pasti tiap bulan karena dana yang akan diperoleh disesuaikan dengan nilai sewa yang terjadi pada bulan tersebut. Saat sewa sedang banyak, keuntungan Anda akan besar. Sebaliknya, jika unit condotel Anda sepi dikunjungi, dana bagi hasil yang didapat dari pengelola pun kian menipis. Pada umumnya, perbandingan bagi hasil untuk penyewaan unit condotel antara pemilik dan penyewa berkisar 50:50 atau 60:40. Angka ini terlihat cukup adil dan menggiurkan. Namun Anda harus ingat, pada skema bagi hasil, yang dibagi bukan hanya keuntungan yang diperoleh. Biaya-biaya yang terjadi dalam pemeliharaan unit tersebut sebagian juga akan dibebankan kepada Anda.

Dua skema tersebut memiliki untung ruginya masing-masing. Namun, keuntungan lain yang bisa Anda peroleh dari kepemilikan unit condotel adalah menginap gratis. Sebagai pemilik, Anda dapat bermalam di unit Anda tanpa harus membayar lagi. Namun, tetap saja ada mesti melakukan reservasi dan bisa menempatinya saat unit sedang kosong sewa. Waktunya pun dibatasi, yakni berkisar 12-30 hari dalam setahun.

Kedua rencana investasi condotel dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan besar bagi Anda. Namun, Anda juga harus saksama memperhatikan hal-hal yang dapat membuat Anda rugi. Bagaimanapun ketika memilih condotel, poin-poin di bawah ini harus menjadi pertimbangan agar untung Anda maksimal dan mencegah kerugian seminimal mungkin.

Poin Penting

Kemudian, setelah mengetahui bagaimana condotel ini mendatangkan keuntungan bagi Anda, sekarang saatnya untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan ketika Anda akan memulai menggeluti bidang investasi ini. Berikut adalah poin-poin pentingnya.

a. Lokasi

Poin ini mutlak dipertimbangkan apa pun keputusan Anda dalam menjalankan investasi pada unit condotel yang mau dibeli. Lokasi yang strategis akan membuat investasi condotel Anda berkembang pesat. Jika mau dijual dalam jangka waktu tertentu, nilainya pun bertumbuh dengan cepat. Mau disewakan pun akan mudah karena lokasinya mudah dijangkau dan dekat dengan tempat-tempat keramaian.

Di lain sisi, kesalahan memilih lokasi condotel dapat membuat Anda merugi. Lokasi yang tidak strategis membuat nilai jual unit Anda sulit bertambah. Ketika hendak menjalankan konsep bisnis sewa pun untuk condotel Anda, pihak manajemen akan sulit memasarkannya dan unit Anda menjadi sepi pengunjung. Tentu ini akan mengurangi nilai jaminan maupun pendapatan yang Anda peroleh dari skema bagi hasil unit condotel.

b. Harga Wajar

Anda tidak boleh serakah ketika menetapkan harga jual maupun harga sewa dari unit condotel yang Anda miliki. Salah-salah, jika harganya yang tidak wajar, pembeli enggan melirik condotel tersebut meski berlokasi strategis. Calon pengunjung  juga bisa mundur dan memilih menginap di condotel lain jika harga sewanya kelewat tinggi.

Pasanglah harga jual ataupun harga sewa yang wajar. Jika hendak dijual, perhatikan kondisi pasar dan inflasi yang tengah terjadi, lalu sesuaikan harganya. Namun jika ingin disewakan, bukan berarti Anda memberikan harga sangat rendah agar banyak pengunjung yang berminat kepada unit Anda. Patut diingat, masa kepemilikan condotel hanya 20 tahun. Sebelum jangka waktu itu, tentu Anda harus sudah bisa balik modal hingga memperoleh untung yang lumayan. Cara menghitung harga sewa yang mudah adalah membagi harga belinya dengan 1.000. Jadi jika Anda membeli sebuah unit condotel dengan harga Rp2 milyar, Anda dapat menyewakannya seharga Rp2 juta.

c. Legalitas

Apa pun investasi Anda, perjanjian hitam di atas putih sangat diperlukan. Begitu pula yang mesti diperhatikan ketika Anda memutuskan membeli unit condotel. Jangan hanya tergiur promosi dari pengembang. Pastikan tanah, bangunan, hingga izin-izin pendirian condotel itu legal.

Jangan sampai Anda tertipu membeli unit ilegal yang akan menimbulkan masalah hukum ke depan. condotel yang legal akan membuat Anda mudah menjualnya kembali. Sementara itu, status condotel maupun perjanjian yang ilegal hanya membuat Anda sulit meraih hasil investasi yang diharapkan memberikan untung besar tersebut.

d. Reputasi

Bukan maksud meremehkan pengembang-pengembang ataupun pengelola baru, hanya saja tiap orang akan lebih memilih pengembang dan pengelola yang telah terpercaya. Reputasi sangat diperlukan dalam bisnis condotel ini. Pembeli condotel ataupun pengunjung juga kerap menjadikan reputasi pengembang dan pengelola dalam pertimbangan keputusan mereka. Citra dari pengembang dan pengelola juga penting untuk memastikan bahwa dana yang Anda investasikan akan aman. dengan reputasi yang tidak baik, pengembang maupun pengelola bisa saja menyalahgunakan uang Anda yang jumlahnya tidak sedikit itu.

e. Teraudit

Pertimbangan lain dalam membeli unit condotel adalah memastikan pengelolaan properti tersebut sudah ter-audit dengan baik. condotel yang auditnya jelas membuat investor merasa lebih terjamin dalam menggelontorkan dananya. Cek pula apa audit tersebut dibagikan kepada seluruh investor atau tidak. Tentunya semua investor berhak tahu mengenai kondisi condotel yang dimilikinya.

Pastikan pula condotel yang Anda miliki di-audit oleh akuntan publik yang terpercaya. Kredibilitas akuntan yang melakukan audit juga dapat menjadi pertimbangan para investor dalam menanamkan investasinya.

Sahid Eminence 2

Memilih Properti yang Menguntungkan

condotel sahidBagaimana cara memilih properti yang menguntungkan? Ada lima hal yang wajib diperhatikan calon pembeli sebelum memutuskan untuk berinvestasi properti:

1. Waktu yang tepat

Prinsip dalam berinvestasi di bidang properti adalah membeli di saat harga rendah dan menjualnya saat harga tinggi. Jika harga properti tahun ini sama dengan tahun lalu, berarti secara riil harga turun dan inilah waktu yang tepat untuk membeli properti. Atau belilah properti saat belum dibangun (inden). Karena begitu masuk tahap pembangunan harga akan melambung jauh.

2. Lokasi yang tepat

Pusat kota dan kawasan wisata merupakan kawasan berprospek sangat bagus dengan jaminan kenaikan terus-menerus. Atau memilih lokasi yang memiliki banyak proyek pembangunan di sekitar. Lokasi yang strategis dan prospektif biasanya berada di kawasan segitiga emas, yakni antara kawasan usaha perkantoran, bisnis, dan pertumbuhan ekonomi.

3. Sumber Pendanaan

Anda sebagai investor harus cermat berpikir dalam memilih pembayaran apakah secara tunai, kredit, atau cicilan bertahap. Ini semua bergantung pada kemampuan dan keadaan keuangan Anda.

4. Jeli melihat investasi yang berprospek bagus.

Jenis properti berupa hotel, kondominium, dan perkantoran masih sangat prospektif untuk dijadikan investasi. Tingkat pengembalian (ROI Guarantee) hotel dan kondominium menempati posisi teratas dengan pengembalian berkisar antara 8-12%. Sementara, tingkat pengembalian sewa kantor berkisar antara 7-10%.

5. Memilih pengembang yang memiliki reputasi di bisnis properti.

Anda sebagai investor, penting untuk melihat kualitas pengembang agar investasi yang Anda tanam bisa menghasilkan. Ketepatan waktu, kualitas, dan ketepatan sesuai kontrak harus menjadi pertimbangan utama.

Sahid Eminence 2

Apa Itu Condotel?

condotel sahid eminenceAkhir-akhir ini investasi di bidang properti condotel semakin diminati masyarakat. Apa sebenarnya definisi dari “condotel” tersebut? Condotel adalah condominium hotel atau kondominium yang dikelola layaknya hotel. Bahkan tampak luarnya pun sama. Penyewa kamar tidak tahu apakah hotel yang ia sewa adalah hotel atau condotel. Yang membedakan keduanya adalah kepemilikannya. Hotel dimiliki dan dikelola oleh perusahaan sedangkan kamar-kamar condotel dimiliki oleh investor dan dikelola oleh pihak ketiga yang adalah manajemen hotel. Sebagai pemilik, Anda akan mendapatkan income dari profit operasional condotel tersebut.

Kamar pada kondotel tidak untuk ditempati/dihuni oleh investor, seperti halnya hotel kamar-kamar tersebut akan disewakan. Dalam bisnis condotel, investor tidak direpotkan lagi dalam operasional condotel tersebut seperti biaya kerusakan, mencari penyewa, pelatihan karyawan, dan lain sebagainya. Semua dikelola oleh pihak manajemen hotel.

Pada setiap 3 bulan, investor akan mendapatkan laporan profit operasional condotel. Profit tersebut akan dibagi sesuai perjanjian antara investor dan pengelola. Inilah yang membuat bisnis condotel semakin diminati masyarakat sebagai pasif income. Tanpa harus ikut terlibat dalam operasional, seorang investor akan mendapatkan income yang pasti setiap bulannya. Terlebih apabila lokasinya yang strategis, yang banyak dikunjungi wisatawan

Sahid Eminence 2

Perbedaan Condotel dan Apartemen

condotel sahidCondotel, atau kondominium-hotel, merupakan condominium atau apartemen yang dikelola dan disewakan layaknya kamar hotel. Biasanya condotel dibangun di pusat pariwisata, seperti di Puncak , Bandung , Bali dan Bintan. Karena occupancy atau tingkat huniannya yang sangat tinggi. Terutama dari para wisatawan asing.

Untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian condotel, biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti bar, kolam renang, spa, gym center, ballroom, meeting room, café & restaurant, dan lain sebagainya.

Lantas apa perbedaan antara condotel dan apartemen?

  1. Condotel dikelola secara profesional oleh hotel management yang berpengalaman di bidangnya. Anda tidak perlu sibuk dengan urusan mencari penyewa, menentukan harga kamar, melatih SDM, dan sebagainya. Sedangkan jika Anda membeli apartemen dengan maksud untuk disewakan kembali, Anda akan sangat direpotkan dengan urusan mencari penyewa dan melakukan promosi unit apartemen Anda.

  2. Condotel sudah fully furnished, sehingga Anda tidak perlu lagi memikirkan perihal perabotan yang harus dibeli. Sedangkan saat Anda membeli apartemen, Anda hanya akan mendapatkan unitnya saja. Anda wajib mengisi sendiri furniture apartemen tersebut.

  3. Condotel sudah free maintenance, free service charge, dan free sinking fund. Anda cukup membayar sekali, saat pembelian. Sedangkan apartemen, Anda dikenakan biaya tambahan untuk setiap perbaikan, dan jasa lain yang diperlukan seperti keamanan, kebersihan, air, listrik, dan sebagainya.

  4. Berbeda dengan apartemen, investor condotel mendapatkan jaminan sewa atau ROI Guarantee di 2 tahun pertama. Ini diberikan sebagai jaminan kepada investor mengingat pada 2 tahun pertama, condotel masih baru beroperasi. Masih perlu promosi dan bersosialisasi. Tingkat occupancy-nya pun masih rendah. Meski demikian pada tahun ke tiga dan seterusnya, Anda akan mendapatkan hasil yang jauh lebih besar lagi karena condotel atau hotel tersebut sudah banyak dikenal masyarakat dan tingkat huniannya pun sudah tinggi.

  5. Condotel diperuntukkan sebagai sumber passive income bagi investor. Oleh karenanya, unit yang dimiliki bukan untuk ditempati, melainkan untuk disewakan. Namun demikian investor tetap dapat menikmati unit condotelnya, karena pihak manajemen memberikan freestay kepada para investor. Tak jarang bukan sekedar stay di unit yang dimiliki investor, namun juga di unit lain dengan tipe yang lebih besar atau bahkan di hotel lain yang masih dalam satu jaringan hotel manajemen tersebut. Seperti yang kami berikan kepada investor kami di Sahid Eminence Condotel. Investor tidak hanya memiliki kesempatan menikmati kenyamanan di unitnya saja, tapi juga di seluruh jaringan hotel milik Kurnialand ( Sahid Cleveland Setiabudi Bandung , Sol Bali Jimbaran dan Melia Bintan .

  6.  Adanya profit sharing yang sudah jelas dan disepakati bersama, membuat investasi properti condotel terasa lebih nyaman dibanding apartemen.

Sahid Eminence 2

Tips Memilih Investasi Properti Condotel

sahid eminenceMendapatkan pasif income dari bisnis condotel sangat menggiurkan. Anda tidak perlu bekerja demi uang, uanglah yang akan bekerja untuk Anda. Bisnis properti condotel semakin marak menyebar, terutama di kota-kota besar dan pusat wisata seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta,Puncak dan Bandung.

Apakah bisnis condotel ini benar-benar menguntungkan? Menurut Perencanaan Keuangan, Prita Ghozie dari ZAP Finance, dengan suku bunga deposito yang rendah, tingkat rental guarantee condotel sekitar 8 – 12% setahun memang menggiurkan.

Meski demikian, sebelum Anda benar-benar terjun di bisnis properti condotel, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Lokasi
Umumnya, orang menginap di condotel/hotel saat melakukan perjalanan bisnis atau wisata. Untuk itu, pastikan lokasi condotel yang Anda pilih benar-benar strategis. Dekat dengan pusat wisata dan hiburan, dekat dengan area bisnis, serta mudah diakses.

2. Pengembang
Pastikan pengembangnya terpercaya dan memiliki rekam jejak yang baik. Agar jangan sampai terjadi keterlambatan penyelesaian pembangunan atau bahkan gagal bangun. Cek seluruh legalitasnya, pastikan sudah memiliki IMB dan Ijin Usaha Perhotelan. Karena kedua sertifikat ini sangat penting sebagai jaminan bahwa condotel yang Anda beli akan segera dibangun dan siap beroperasi.

3. Pengelola
Siapa yang menjadi pengelola hotel yang akan Anda beli? Seberapa besar pengalaman dan jaringan yang mereka miliki? Ini penting untuk Anda ketahui. Pastikan pengelola tersebut telah berpengalaman di bisnis hotel & resort management berskala internasional. Karena nantinya, merekalah yang akan membangun nama besar hotel yang Anda beli.

4. Fasilitas
Ketahui fasilitas apa saja yang terdapat di hotel tersebut. Fasilitas hotel akan menarik tingkat hunian/occupancy hotel. Berdasarkan riset perusahaan travel online Orbitz pada Juni 2012 ada tiga hal yang dinginkan konsumen.

Pertama, transportasi yang nyaman yakni dengan kemudahan mencapai lokasi penginapan. Kedua, kolam renang. Sarana hiburan terdekat saat menginap, terlebih bersama keluarga. Ketiga, layanan ekstra. Seperti layanan spa, gym & shopping center dan Wi-Fi.

5. Status Kepemilikan
Perhatikan juga status kepemilikan atas condotel yang akan dibeli. Apakah berupa Hak Guna Bangunan (HGB), atau hak pakai. Tidak banyak yang tahu bahwa Hak Guna Bangunan atau dalam bahasa Inggris biasa disebut Strata Title terdiri dari 2 jenis, yakni HGB – Milik atau Freehold Strata Title dan HGB – Sewa atau Lease Strata Title.

Freehold Strata Title, artinya tanah tempat di mana condotel tersebut dibangun sudah merupakan milik developer. Sehingga unit kamar yang Anda beli merupakan milik Anda seterusnya, selamanya. Tidak perlu diperpanjang setelah pemakaian 25 atau 30 tahun. Berbeda dengan Lease Strata Title yang biasanya mengikat investor dengan perjanjian untuk kurun waktu tertentu (25, 30, atau 50 tahun). Ini dikarenakan tanah tersebut masih sewa karena merupakan tanah adat, atau tanah milik warga.

Sedangkan hak pakai atau hak pengelolaan menurut pasal 41 UU Pokok Agraria adalah hak untuk menggunakan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung dari negara. Atau tanah milik orang lain yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanah. Umumnya berupa tanah yang berada di pinggir pantai.

6. Hak dan Kewajiban Pemilik/Investor
Hak yang didapat investor biasanya berupa:

  • Rental guarantee dan profit sharing. Rental guarantee adalah jaminan sewa yang diberikan pengembang kepada investor. Nilai rata-rata yang diberikan pengembang 8 – 12 persen per tahun dari harga beli. Sedangkan profit sharing adalah pembagian keuntungan dalam kisaran 50-50.

  • Unit yang sudah fully furnished, free service charge, free maintenance, dan free sinking fund. Sehingga kedepan investor tidak lagi mendapatkan tagihan lain-lain seperti layaknya kepemilikan apartemen. Investor hanya perlu membayar sekali pada saat pembelian, selanjutnya investor akan mendapatkan laporan profit usaha hotel.

  • Free stay atau menginap gratis bagi investor biasanya berupa voucher. Sehingga memudahkan apabila hendak diberikan kepada saudara, kerabat, kolega atau bahkan untuk dijual kembali.

Sedangkan kewajiban investor hanya berupa pelunasan pembayaran sesuai skema yang telah disepakati. Baik dengan cara hard cash, cicilan bertahap atau kredit melalui bank.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari investasi properti condotel adalah nilainya yang selalu naik sekaligus juga dapat diagunkan ke bank, apabila sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana darurat.

Harga condotel cenderung naik sejak penawaran pertama hingga unit ludes terjual. Jadi, pembelian pada tahap penawaran awal dapat meningkatkan kecepatan ROI (return on investment) Anda. Semakin lama kepemilikan Anda atas hotel tersebut, harga jual kembali (capital gain) akan semakin tinggi.

Selain itu, Anda sebagai investor juga perlu mencermati aspek likuiditas dari condotel. Likuiditas adalah ukuran kemudahan suatu investasi untuk dicairkan atau dijadikan uang tunai. Kemudahan condotel untuk dijual kembali biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lokasi, fasilitas condotel, status kepemilikan, dll.

Sahid Eminence Condotel sebagai condotel dengan status kepemilikan freehold strata title tentunya memberikan ketertarikan tersendiri bagi Anda. Ditambah lagi lokasinya yang berada di pusat wisata terbaik dunia, lengkap dengan fasilitas mewah setara hotel bintang 5, menjadikan condotel ini sangat diminati investor. Terbukti sudah 85 % sold out dan sudah beroperasi pada Desembrr 2016.

Tunggu apalagi, ambil kesempatan ini sekararang. Jangan sampai menyesal, karena beli sekali untungnya berkali-kali.

Sahid Eminence 2

Ini Potensi Bisnis di Kawasan Jalur Puncak II

jalur puncak dua condotel sahid

Jakarta – Jalur Puncak II akan menjadi kawasan primadona baru di Kabupaten Bogor dan Cianjur, Jawa Barat. Jika jalur ini sudah tuntas dibangun, potensi bisnis di kawasan ini sangat beragam.
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto mengatakan kawasan ini sangat potensial bagi investor maupun masyarakat sekitar. Jalur Puncak II relatif masih memiliki suhu udara yang sejuk, tak kalah dengan jalur puncak lama.
Jhonnie mengatakan selain hotel dan restoran, kawasan ini juga berpotensi untuk pengembangan bisnis lainnya. Kawasan ini akan dibuat lebih modern dibandingkan kawasan jalur puncak lama yang sulit untuk ditata ulang.
“Jalan ini akan banyak manfaat seperti pembangunan pom bensin, restoran, harga tanah warga juga naik, sehingga perputaran ekonomi bakal pesat di kawasan itu,” katanya kepada detikFinance, Selasa(3/6/2014).
Ia memperkirakan bisnis outbond akan berkembang di kawasan ini. Juga beberapa potensi domestik di sepanjang jalan 48 km sangat beragam antara lain sumber air panas alami, air terjun, perkebunan, sungai, dan lain-lain.
“Banyak daya tarik di kawasan itu, seperti kawasan wisata alam air panas, ini bisa menjadi pusat spa,” katanya.
Jhonnie menambahkan masyarakat sekitar juga bisa diberdayakan dari berkembangnya kawasan ini, mulai dari bisnis penginapan, perkebunan, hingga jasa penyewaan kuda dari bisnis wisata dan lainnya.
“Di situ juga bisa dikembangkan wisata atraksi, banyak yang bisa digarap, kalau schedule pembangunan jalan sudah jelas, sangat menarik buat investor,” katanya.
Kawasan Jalur Puncak II berada di dua kabupaten yaitu Bogor dan Cianjur, Jawa Barat. Jalurnya dimulai dari kawasan Sirkuit Sentul (Bogor)-Babakan Madang-Hambalang- Sukamakmur-Pacet Istana Cipanas (Cianjur). Dari total panjang 48 Km, hanya 12 Km yang sudah dibuka untuk proses pembangunan jalan, termasuk 3,5 Km yang sudah diaspal.Para pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menjadi pihak yang menunggu selesainya pembangunan jalur Puncak II Bogor-Cianjur. Beberapa anggota PHRI sudah mencari lahan di kawasan tersebut untuk membangun properti seperti losmen hingga hotel bintang 5.
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto mengatakan adanya kabar pembangunan jalur Puncak II membuat PHRI sempat menggelar rapat internal soal prospek kawasan tersebut. Hasilnya, banyak anggotanya yang sudah tak sabar membenamkan modalnya di Jalur Puncak II.
“Sudah banyak yang mau investasi. Beberapa waktu lalu saat rapat internal, sudah banyak yang minat, kalau schedule pembangunan jalan sudah jelas, para investor akan masuk, karena dekat dengan Jakarta,” katanya kepada detikFinance, Selasa (3/6/2014).
Ia mengatakan investor hotel yang akan masuk di kawasan itu merupakan pelaku lokal, namun Jhonnie masih merahasiakan siapa saja investor yang akan masuk.

 

Sahid Eminence 2

Tutup Atap, Sahid Eminence Ciloto Buktikan Janji ke Konsumen

condotel sahid eminenceCiloto – Perusahan pengembang properti, PT Kurnia Land, menyelesaikan pembangunan proyek kondotel perdananya, Sahid Eminence Ciloto, yang berada di kawasan Ciloto, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, dengan menggelar acara penutupan atap (topping off) di lokasi proyek, Sabtu (12/9), dengan dihadiri jajaran direksi dan manajemen PT Kurnia Land, serta para pembeli.

Direktur Utama PT Kurnia Land, Zaid Mahdani, mengatakan, berada di jalur utama menuju Kota Bunga, Sahid Eminence Ciloto berdiri di atas lahan berkontur dengan luas 6,3 hektar (ha).

“Proyek ini, menawarkan berbagai keunggulan kepada konsumen. Salah satunya adalah lokasi yang strategis, karena terletak 150 meter dari Jalan Raya Puncak. Selain itu, proyek ini juga berdekatan dengan Puncak Pass, Taman Cibodas dan Gunung Gede Pangrango, serta Istana Presiden Cipanas,” ujar Zaid.

Sahid Eminence Ciloto, lanjut Zaid, juga berhasil menarik minat konsumen. Dari 378 unit yang ditawarkan oleh pihak pengembang, saat ini tersisa 30 unit. “Pembangunan Sahid Eminence Ciloto dilaksanakan sesuai dengan rencana. Kita targetkan pada September 2016, Sahid Eminence Ciloto sudah bisa dioperasikan dan di bulan 9 Desember 2016 akan dilakukan soft opening,” kata dia.

Tipe ruang yang ditawarkan di Sahid Eminence, jelas Zaid, dirancang untuk keluarga dengan tipe mulai dari 41 meter persegi (m2) hingga 172m2. Kelebihan lain dari proyek ini, papar dia, berupa jaminan pengembalian investasi (ROI/return of investment) sebesar 24 persen selama 2 tahun pertama dengan bonus tinggal bagi investor sebesar 30 point setiap tahun.

“Sementara, untuk keuntungan pertahun pembagian 50 persen antara investor dan pengelola hotel,” tambah Zaid.

Lebih lanjut Zaid mengatakan, sejak dipasarkan akhir 2013 lalu, ditambah pola pengembalian investasi yang menarik, membuat harga jual produk ini terus terkerek naik.

“Harga perdana untuk tipe terkecil saat itu Rp 850 jutaan. Saat ini, kisaran harganya sudah berada di angka Rp 1,4 miliar per unit,” jelas dia.

Mengusung konsep hotel bisnis dan resort mewah bintang 4 (Empat), Sahid Eminence Ciloto hadir dengan fasilitas bintang 5. Hal itu terlihat dari grand lobby dan lounge, ballroom dengan kapasitas 1000 orang, 17 meeting room, 8 karaoke room, mezanine, wedding chapel, Pray Room, serta Sky Lounge and Resto.

Selain itu, ada pula fasilitas Riverside Restaurant, Riverside Spa, Infinity Pool, Swimming Pool, Children Pool, Out Door Jaccusi, Children Play Ground, Therm Park, Mini Zoo, Fitnes and sport Area, Rafting, Riverside Jogging Track, dan fasilitas Outbond.

Dengan kelengkapan fasilitas yang dimilikinya, tak ayal membuat salah satu operator hotel ternama di Indonesia, Sahid Group, kepincut untuk mengelola kondotel milik PT Kurnia Land ini.

Direktur PT Sahid Jaya Intenasional Tbk, Eksanti mengatakan, proyek kondotel ini memiliki banyak perbedaan dengan hotel lainnya.

“Dari konsep yang ditawarkan, fasilitasnya sangat menarik karena menyatu dengan alam. Selain itu, ada pula beberapa fasilitas yang mengkombinasikan dengan lingkungan sekitar, sehingga memiliki perbedaan dengan hotel lainnya,” jelas Eksanti.

Sahid Eminence 2

Pariwisata Menjanjikan, Sahid Perluas Investasi Perhotelan

sahid hotelJAKARTA: Sektor pariwisata Indonesia yang tumbuh positif mendorong Sahid Group memperluas investasi perhotelan dengan rencana menambah ribuan kamar, hingga dalam tiga tihun ke depan jumlahnya ditargetkan menjadi 6.441 kamar.

Vice President Sahid Group Exacty Sukamdani Sryantoro mengatakan jumlah kamar yang dikelola perusahaannya kini sebanyak 2.718 kamar tersebar pada 14 hotel. “Dalam pembangunan yang rencana dibuka tahun 2015 sampai 2017 dengan jumlah 3.723 kamar, hingga total akan menjadi 6.441 kamar,” katanya seperti diunduh laman Antara, Ahad (2/11/2014).

Sahid Hotels di bawah naungan Sahid Group merupakan jaringan hotel independen yang besar di Indonesia. Perusahaan itu saat ini mengelola 20 hotel, termasuk milik investor, terdiri dari hotel kelas bintang 5, bintang 4, bintang 3, dan budget hotel (bintang 2) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sahid Group di Indonesia dirintis sejak 1965, di mana Sukamdani S Gito Sardjono membangun hotel kelas bintang pertama di Solo. Sembilan tahun kemudian ia membangun hotel tertinggi pertama di Indonesia saat itu, yaitu Hotel Sahid Jaya di Jakarta yang kemudian berubah nama menjadi Grand Sahid Jaya Hotel pada 2012.

“Berbekal 27 tahun berkecimpung dalam industri hospitality, pada tahun 1992, Sahid Group melakukan diversifikasi bisnis ke sektor property. Diawali melengkapai kawasan Sahid City Jakarta, membangun apartemen Istana Sahid pada 1995,” katanya.

Kemudian investasi diperluas dengan membangun Sahid Office Boutique, Sahid Memorial Hospital, Sahid Sudirman Residence, dan yang terakhir dalam penyelesaian Sahid Sudirman Center. “Sahid Sudirman Center diperkirakan selesai pada awal 2015, ini merupakan bangunan tertinggi di Indonesia,” ujar Exacty.

Selain perkantoran, rumah sakit dan apartemen, Sahid Properti juga mengembangkan area residensial kelas menengah seperti Almira Green Residence, Sahid Metropolitan Residence serta Sahid Garden Residence yang direncanakan pembangunannya pada awal 2015. Jumlah total luas bangunan yang sudah dioperasikan mencapai 320.700 m2.

Selain di Jakarta, Exacty menjelaskan, ekspansi Sahid Properti juga dilakukan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Di kawasan Indonesia timur dikembangkan Sahid Timika Lifestyle City, kawasan tengah Indonesia dikembangkan Sahid Sengigi Resort, Sahid Jaya Makassar dan Sahid Manado.

Selain itu, di kawasan barat Indonesia dikembangkan Sahid Surabaya Condotel, Sahid Semarang Condotel, Sahid Yogya Lifestyle City, Sahid Bandar Lampung, Griyadi Bangka, dan Sahid Bintan Beach Resort.

“Keseluruhan perencanaan telah mencapai tahap finalisasi dan rencana pembangunan mayoritas medio 2015 hingga 2018 dengan total area yang dibangun mencapai 879.300 m2, kontribusi terbesar dari Sahid Yogya Lifestyle City,” katanya.

Jika seluruh pembangunan property khususnya condotel dan apartemen selesai pada akhir 2018, maka total luas bangunan akan mencapai 1,2 juta m2.

Pengelolaan proyek sepenuhnya akan ditangani Sahid Hotels yang merupakan jaringan hotel milik Sahid Group. Selain memiliki hotel sendiri, Sahid Hotels juga mengelola hotel lain yang dimiliki oleh investor.

“Berangkat dari industri hospitality keunggulan Sahid Properti adalah mengembangkan konsep condotel, di mana pengembangan proyek dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan antara developer dengan pengelola condotel,” demikian Exacty.